Tag

7 Mei 2008
12:35:40

Hari-hari Sebagai Pengawas UN

Kaliwungu, Senin, 05 Mei 2008. Hari pertama bertugas menjadi pengawas UN di SMPN 2 Kaliwungu, mendapat tugas di Ruang 5. Jumlah siswa 20. Semuanya hadir. Ujian berjalan lancar secara keseluruhan. Kecuali terdapat dua hal utama yang menjadi catatan.

Pertama adalah tidak adanya lembar daftar hadir dan berita acara di sampul soal A. Hal ini merupakan kesalahan yang berasal dari atas. Kebijakan yang diambil adalah memfotokopi dari daftar hadir yang lain. Setelah seorang pengawas melaporkan hal tersebut TPI bermusyarah dengan pengawas ruang 5 untuk memfotokopi. Segera disepakati agar berita acara dan daftar hadir difotokopi. Masalah pun terselesaikan.

Kedua, masih adanya siswa yang keliru menulis kode soal. Kode soal genap yang seharusnya 47 oleh siswa ditulis 02. Kejadian ini disinyalir karena siswa terbawa kondisi tryout yang menggunakan kode serupa. Kesalahan ini langsung dikoreksi oleh pengawas. Kesalahan lain yang perlu menjadi catatan adalah masih ditemukannya siswa salah menulis nama. Kesalahan ini karena nama yang ditulis siswa tidak sesuai dengan yang tertera pada kartu ujian. Kesalahan yang dimaksud adalah penulisan huruf y pada Bedy ditulis i, dan O pada Santoso ditulis A. Kesalahan ini langsung dikoreksi pada saat itu juga di ruang ujian. Siswa bersangkutan diminta mengisi data sesuai yang tertera pada kartu ujian mereka.

Selain hal-hal tersebut di atas, panitia ujian nasional tidak menyertakan data nomor dan nama peserta ujian. yang ada hanya foto-foto dan nomor ujian di bawahnya. Hal ini menyulitkan pengawas dalam melengkapi nama peserta di daftar hadir. Imbasnya, masih juga ditemukan siswa yang keliru meletakkan tanda tangan pada nomor yang tidak semestinya, selain itu, karena ditulis sendiri, nama kelihatan tidak rapi. Setelah salah seorang pengawas melaporkan hal tersebut seusai mengawasi, pihak panitia berjanji hari berikutnya akan menyertakan daftar nama siswa.

Kaliwungu, selasa 06 Mei 2008
Di hari kedua, penulis menjadi pengawas di ruang 6 yang awalnya merupakan kelas IX B. Penulis tertarik untuk mendeskripsikan ruangan ini karena merasa tertarik.

Ruang ini seperti ruang-ruang kelas yang lain, berukuran 9 x 7 m. Berlantaikan keramik. Di dalam ruangan terdapat sebuah kipas angin besar di tengah langit-langit dan 6 buah lampu yang ditata asri. Whiteboard yang di samping kanan disambung dengan papan tulis petak dan sebelah kirinya pula. Lantai paling depan berbentuk panggung (agak tinggi 1 keramik) dengan panjang dan lebar 11 x 4,5 keramik. Sebuah almari berada di pojok belakang ruang. Di dinding belakang meja guru tertempel Struktur Organisasi Kelas, Denah Ruang, dan Jadwal pelajaran serta dilengkapi dengan kalender. Di dinding kanan tergantung papan presensi, jadwal piket siswa, kartu inventaris siswa dan tata tertib siswa. Plus sebuah interkom sebagai alat komunikasi siswa-guru. Atribut negara berupa burung garuda, presiden dan wakil presiden ditaruh di dinding depan di atas whiteboard. Sebuah jam dinding sebagai penanda waktu juga ditaruh di atas Whiteboard. Sedangkan di dinding sebelah belakang terdapat papan kreativitas siswa. Yang sesuai untuk tempat siswa menempelkan puisi, cerpen, karikatur dan lain sebagainya. Tak ketinggalan di dinding kanan dan kiri tergantung bermacam-macam hasil kerajinan siswa.

Pelaksanaan ujian di hari kedua ini berjalan cukup lancar. Baik dari segi administrativ maupun pelaksanaan teknis. Walaupun terdapat beberapa siswa yang kurang percaya diri sehingga berusaha bertanya teman namun hal tersebut masih dalam batas wajar. Hari ini pelajaran yang diujikan adalah Matematika.

Sebelumnya, dalam pembinaan kepala sekolah, telah ditekankan kembali mengenai beberapa perbaikan adminsitratif meliputi daftar peserta, noor kode jawa tengah adalah 33 dan evaluasi UN hari senin. Pengawa ruang 5 kurang membubuhkan kode sekolah yaitu 022 pada daftar hadir siswa. Hal tersebut menjadi penekanan agar tidak keliru kembali. Seorang pengawas menanyakan mengenai siswa soal yang ada. Karena kepala sekolah menjelaskan bahwa siswa soal di ruang 7 sebanyak 1 eksemplar ditarik dari ruangan. Kepala sekolah menjelaskan baha pada briefing H-3 yang lalu terdapat perubahan. Yang awalnya sisa soal harus ada di dalam ruangan kemudian kebijakan terakhir, soal yang siswa dibawa tim independen dan dibuatkan berita acara.

Kaliwungu, 07 Mei 2008
Pada hari ketiga ini, Penulis menjadi pengawas di Ruang 7. Briefing kepala sekolah mengemukakan evaluasi pelaksanaan UN hari yang lalu. Ditemukan siswa yang keliru mengisi kode soal 02 untuk yang seharusnya 14. Dari pengakuan siswa diketahui bahwa pada hari sebelumnya ia juga menuli kode soal 02. Hal ini diketahui setelah siswa melaporkan kejadian itu kepada panitia UN Sekolah. kesalahan pengisian kode awalnya diketahui pada hari selasa dan pada saat itu juga dikoreksi oleh pengawas. Namun pada hari sebelumnya kesalahan itu tidak terdeteksi. Berkaitan dengan hal tersebut, kepala sekolah menekankan kembali agar pengawas meneliti kembali pengisian kode soal oleh siswa.

Pelaksanaan ujian pada hari ketiga ini berjalan lancar. Mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris. Hanya terdapat satu masalah di ruang 7 yaitu seorang siswai terlalu keras menghapus sehingga LJK miliknya rusak. Kerusakan ini sudah diganti dengan LJK siswa di ruang 7 karena jumlah siswa 19. Hal tersebut juga telah ditulis di berita acara.