Berbekal dari pengalamanku PKL di Andi Offset, dulu sekitar tahun 2002, aku tertarik untuk membuat buku sendiri. Kalau di percetakan, mereka memiliki kertas kalkir yang digunakan sebagai film untuk mencetak halaman-halaman buku, maka yang dapat digunakan dengan berbekal printer biasa adalah satu lembar kertas ukuran F4 atau A4 (aku memakai F4). Jika dalam percetakan, selembar kertas kalkir dapat berisi lebih dari 4 halaman buku, maka dengan menggunakan kertas F4 maksimal ya…Cuma 2 halaman buku. Itu pun penyusunannya tidak diurutkan sesuai nomor halaman. Tapi berdasarkan pasangan halaman muka dan belakang. Sebagai contoh; jika kertas pertama berisi halaman 1, maka halaman yang mendampinginya adalah halaman terakhir buku, untuk kertas kedua yang berisi halaman 2, maka halaman yang mendampinginya adalah halaman kedua sebelum terakhir dari buku. Itu jika buku yang kita buat tidak bolak-balik. Jika bolak balik nyetaknya, tambah pusing lagi aku… (mungkin ada teman-teman yang tahu caranya, mohon sharing pengetahuannya ya… J )

Naah…Suatu saat aku ditugasi oleh Kepala Sekolah MTs Al-Manar Bener, yang saat itu masih Bapak Hidayat untuk membuat buku Album Kenangan bagi para siswa kelas 9. Karena umumnya percetakan mensyaratkan kuota minimal jumlah buku (umumnya 100 buah), maka terpaksa buku itu dibuat dengan difotokopi. Hanya kovernya saja yang dicetak berwarna. Selain itu, lembaran-lembaran hasil kopian itu kemudian distaples bagian tengahnya (tidak direkatkan dengan lem/sistem jilid). Walhasil, aku harus membuat sebuah halaman F4 yang berisi empat buah halaman. Seperti kalau kita beli buku tulis, menomorinya dari nomor 1 hingga nomor terakhir halaman. Kemudian melepas stapler yang ada di tengah buku….tara….kita akan mendapatkan selembar kertas panjang dengan kombinasi 4 nomor bolak-balik. Tentunya kombinasi ini berbeda jika jumlah halaman bukunya berbeda. Disitulah kesulitannya….hehehe…mpe sekarang belum ketemu rumusnya. Seperti memecahkan teka-teki aja… L

Yang bisa kulakukan adalah bagaimana mencetak dalam sebuah kertas F4 berisi dua halaman dengan nomor halaman urut, memberi bingkai halaman. Setelah kucetak, kertas itu kupotong jadi dua, baru kemudian mencari pasangan halaman tengahnya (halaman tengah ini nanti yang menjadi acuan, karena ia berurutan.) yang paling penting, saat mengatur halaman, maka margin yang dipilih adalah mirror margin (akan dijelaskan di bawah ini bagaimana cara penggunaannya). Setelah halaman tengahnya ketemu, baru dipasangkan dengan selotip potongan-potongan halaman itu hingga terbentuk empat halaman yang ditempel menjadi satu lembar kertas berukuran F4, secara bolak-balik…hehehe…memang memusingkan. Tapi bagaimana lagi???

Nah, langkah pengaturan halaman dan pencetakannya sebagai berikut:

  1. Pengaturan halaman
    1. File>Page Setup>Margin

       

       

      Pada bagian Pages, pilih Mirror margins>OK

       

    2. File>Page Setup>Paper . Ubah panjang dan lebar kertas untuk ukuran setengah halaman F4 (folio); Width = 16,5 cm Height = 21,5 cm> OK

       

    3. Atur penomoran halaman; insert>page number>OK
    4. Permanis dengan page border; Format>border and shading>page border>Art; klik pada drobdown menunya, pilih salah satu jenis border.>OK

       

  2. Cara Pencetakan
    1. Mencetak dokumen. File>print>

       

      Atur bagian pages per sheet menjadi ; 2 pages, dan atur bagian scale to paper size menjadi ; F4

    2. OK

Setelah ini, maka komputer akan memerintahkan printer untuk mencetak dokumen kita ke dalam satu lembar F4 (folio) yang berisi masing-masing 2 halaman. Demikianlah…semoga pengalaman ini berguna bagi siapa pun yang ingin membuat buku sendiri.