Tag

By: Fatkhurohim

A stroke is caused by the interruption of the blood supply to the brain, usually because a blood vessel bursts or is blocked by a clot. This cuts off the supply of oxygen and nutrients, causing damage to the brain tissue (WHO)1).

Stroke disebabkan oleh adanya gangguan suplai darah ke otak, biasanya disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah atau tersumbat oleh bekuan. Hal ini menghentikan suplai oksigen dan nutrisi yang akhirnya menyebabkan kerusakan jaringan otak. Padahal kita semua tahu bahwa otak merupakan organ vital bagi tubuh manusia, juga makhluk hidup yang lain. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi apabila otak sudah rusak.

Gejala paling umum pada stroke adalah kelemahan mendadak atau mati rasa pada wajah, lengan atau kaki. Paling sering terjadi pada satu sisi tubuh. Bahkan ada kasus stroke yang berawal dengan mati rasanya satu jari kaki atau tangan. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Dalam kasus mati rasanya satu jari tangan seseorang merupakan indikasi telah rusaknya bagian otak besar yaitu sulkus entralis.

Gejala lain dari stroke adalah bingung, kesulitan berbicara dan mengerti pembicaraan, kesulitan melihat dengan satu atau kedua mata, kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan dan koordinasi gerak tubuh, dan sakit kepala tanpa tahu sebabnya. Anda patut curiga apabila salah satu gejala tersebut muncul pada diri Anda. Jika gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, maka Anda disebut telah menerima serangan awal stroke atau serangan kecil (Transient Ischemic Attack). Kemudian lakukan medical check-up dan konsultasikan dengan dokter Anda. Bagaimanapun juga, mencegah dan berhati-hati lebih baik daripada mengobati. Dan apabila ternyata dokter mengatakan bahwa anda terkena gejala stroke, tenanglah dan yakinlah bahwa stroke pun ada obatnya. Telah banyak orang yang awalnya didiagnosa stroke akhirnya dapat sembuh.

Stroke Iskemik dan Stroke Hemorragik

Ada dua jenis stroke, yaitu stroke iskemik dan stroke hemorragik. Stroke iskemik adalah tersumbatnya pembuluh darah sehingga aliran darah ke otak terhenti sebagian atau seluruhnya. Kasus stroke yang terjadi sebagian besar (80%) adalah stroke iskemik. Stroke iskemik sendiri dibagi menjadi 3, yaitu:

– Stroke trombotik, stroke yang timbul karena pembentukan thrombus yang menyebabkan penggumpalan darah

– Stroke embolik, Stroke karena tertutupnya pembuluh arteri yang disebabkan oleh bekuan darah

– Hipoperfusion sistemik, stroke karena gangguan denyut jantung sehingga aliran darah ke seluruh tubuh berkurang.

Jenis stroke yang kedua adalah stroke hemorragik. Stroke jenis ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Hampir 70% penderita stroke jenis ini disebabkan oleh hipertensi. Para Ahli menggolongkan stroke hemorragik menjadi dua jenis, yaitu hemorragik intraserebral dan hemorragik subaraknoid. Hemorragik intraserebral adalah pendarahan yang terjadi di dalam jaringan otak. Sedangkan hemorragik subaraknoid adalah pendarahan yang terjadi di ruang subaraknoid. Ruang subaraknoid adalah ruang sempit di antara permukaan otak dengan jaringan penutup otak.

Waspadai Penyebab Stroke

Stroke memiliki dua macam penyebab utama. Pertama adalah faktor medis dan yang kedua adalah faktor perilaku.

Faktor Medis

Beberapa faktor resiko media yang penting untuk diperhatikan adalah sebagai berikut:

– Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi),

– Kolesterol,

– Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah),

– Gangguan jantung,

– diabetes,

– Riwayat stroke dalam keluarga,

– Migrain

Faktor Perilaku

Resiko faktor perilaku merupakan perilaku-perilaku yang dapat menimbulkan serangan stroke bagi pelakunya. Beberapa resiko perilaku yang dapat menyebabkan stroke adalah:

– Merokok (aktif & pasif),

– Makanan tidak sehat (junk food, fast food),

– Alkohol,

– Kurang olahraga,

– Mendengkur,

– Kontrasepsi oral,

– Narkoba,

– Obesitas.

Tiga hal yang sangat perlu diperhatikan dalam faktor medis adalah hipertensi, kolesterol dan riwayat stroke dalam keluarga. Walaupun demikian, bukan berarti hal-hal yang lain dapat diabaikan.Tekanan darah tinggi (hipertensi) berkaitan erat dengan emosi seseorang. Seseorang dengan emosi yang tinggi, sering marah-marah dan suasana hati tidak tenang memiliki resiko tinggi terserang stroke. 80% pemicu stroke adalah hipertensi, disamping aterosklerosis. Bagi Anda yang emosional, sebaiknya melakukan terapi untuk menstabilkan emosi seperti latihan meditasi dan relaksasi. Mulailah menyukai humor.

Akibat Stroke

Setelah stroke, sel otak yang mati dan hematom yang terbentuk akan diserap oleh tubuh secara bertahap dan akan selesai dalam 3 bulan. Diperkirakan dari 500.000 penduduk yang terserang stroke, 1/3 dapat pulih, 1/3 mengalami gangguan fungsional ringan dan sedang, dan 1/3 sisanya mengalami gangguan fungsional berat. Hanya 10-15% penderita stroke yang dapat pulih seperti sedia kala. Sekitar 70% penderita stroke mengalami depresi dan 80-90% mengalami penurunan parsial/total gerakan tangan dan tungkai serta daya ingat. Oleh sebab itu, penderita stroke harus diberikan perhatian, kesabaran dan kasih sayang ekstra dari keluarganya agar mengurangi depresi.

Stroke tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga telah menyerang kelompok usia produktif. Stroke juga tidak hanya menyerang golongan ekonomi atas (orang kaya, pejabat, pengusaha), tetapi juga dapat menyerang golongan ekonomi bawah (orang-orang kurang mampu).

Mencegah dan Mengobati Stroke

Lantas bagaimana caranya agar kita tidak terserang stroke? Jawabannya sudah pasti dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Terapkan empat pilar utama berikut:

1. Pola Hidup Sehat

2. Olah Raga Teratur

3. Hindari Stress

4. Konsumsi Suplemen

Terapkan pola hidup sehat dengan tidak mengkonsumsi rokok dan narkoba, tidak melakukan seks di luar nikah, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, tidur yang cukup, mendekatkan diri pada Tuhan, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Pola hidup sehat tersebut harus dimulai dari sekarang dimulai dari keluarga kita masing-masing.

Olah raga teratur penting dilakukan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Jika tubuh kita memiliki daya tahan yang baik, maka kita tidak akan mudah terserang penyakit. Olah raga juga merupakan sarana melatih tubuh bertahan dalam kondisi ekstrim yang tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti suhu dingin dan panas.

Hindari Stress dengan cara-cara yang baik dan benar serta halal. Jangan sekali-kali mencoba minuman keras atau rokok karena sama saja berusaha mengobati sakit pikiran dengan menyakiti badan. Dampak rokok dan minuman keras sangat buruk bagi kesehatan tubuh dan pikiran itu sendiri. Anda dapat menghilangkan stress dengan cara anda sendiri seperti mendengarkan music, main game, olah raga, ngobrok, curhat, makan, melakukan hubungan suami istri dengan pasangan yang sah dan masih banyak lagi.

Apabila ada anggota keluarga kita yang terserang stroke, atau bahkan Anda sendiri sedang berjuang melawan stroke, maka hal-hal di bawah ini dapat anda terapkan:

Taubat

Hal pertama yang harus dilakukan adalah taubat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini menjadi hal paling penting karena pada hakikatnya sakit yang kita derita adalah cobaan dan ujian dari Tuhan. Taubat mampu mendekatkan diri kita padaNya dan menjadi pintu awal penyembuhan diri kita. Taubat juga merupakan sarana membersihkan diri kita dari dosa-dosa kita. Penyakit adalah sesuatu yang kotor, mengobatinya harus dengan membersihkan diri. Minta ampunan Tuhan dapat menjadi energy terbesar kita. Beribadah kepadanya menjadikan kita ikhlas menjalani hidup dan merasa ringan dalam hidup.

Minta Maaf

Setelah bertaubat kepada Tuhan, hal kedua yang harus dilakukan adalah minta maaf kepada orang-orang terdekat di sekeliling kita. Minta maaf adalah bukti bahwa diri kita merasa buruk, rendah, kurang dan banyak salah pada orang lain. Hal ini mampu membuka pintu pertolongan dari arah manapun, terutama dari orang-orang terdekat di sekeliling kita. Disadari atau tidak, kita membutuhkan mereka saat ini. Bias jadi pula, stroke yang kita derita saat ini adalah buah dari perbuatan kita menyakiti hati mereka, secara sadar ataupun tidak.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Setelah kita selamat dari serangan stroke, mulailah menerapkan pola hidup sehat. Hentikan merokok, minum alkohol, dan narkoba. Perhatikan makanan yang dimakan. Hindari mengkonsumsi makanan yang memicu kolesterol, hipertensi, dan penyakit jantung.

Hindari Stress

Yakinkan diri Anda bahwa stroke bukan akhir dari segalanya. Anggap bahwa hal yang anda alami sekarang (stroke) adalah pendidikan agar Anda lebih dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perjuangan yang anda lakukan untuk sembuh dari Stroke adalah ibadah yang tinggi nilainya di sisi Tuhan. Selalu mintalah maaf kepada Tuhan dan mintalah maaf juga kepada keluarga, saudara, kerabat dan tetangga serta orang-orang yang dekat dengan Anda. Yang terakhir, belajarlah memberikan maaf. Seorang pemaaf jarang sekali stress.

Lakukan Terapi Secara Teratur

Lakukan terapi secara teratur sesuai saran dokter. Makan makanan khusus untuk penderita stroke. Banyak jenis makanan yang disarankan untuk penderita stroke.

1) http://www.who.int/topics/cerebrovascular_accident/en/

Flickr :
Zooomr :
Del.icio.us :
Technorati :