Tag

Tulisan ini adalah ketertarikanku dg filsafat pertama kali. Karena dg membacanya, aku memperoleh pengertian baru tentang hidup dan bagaimana sebaiknya menjalani kehidupan yang amat berat, dan berlatih diri menghadapi sgala masalah. Semoga dapat bermanfaat. Amiin.

Filsafat merupakan upaya dari segenap potensi diri manusia untuk mencintai kebenaran dan menjadikannya sebagai kebijaksanaan bagi dirinya dan masyarakatnya. Kebenaran dalam filsafat dapat terwujud dalam bentuk kebenaran pemikiran, perkataan dan perbuatan. Filsafat ditandai dengan cara berfikir yang sistematis sambil menilai sesuatu hal secara mendasar. Melalui cara berfikir yang sistematis dan radikal, filsafat bertujuan memperoleh wawasan makin jelas tentang berbagai gejala, baik fakta maupun rangkaian peristiwa. Tidak semua gejala dapat dipahami dengan penalaran, tapi terdapat gejala yang dipahami melalui dugaan-dugaan yang bertolak dari asas apriori dan bersifat spekulatif. Cara berfikir demikian menimbulkan ragam filsafat yang disebut metafisika, pemikiran yang berusaha menjangkau apa yang mungkin di balik sesuatu penampilan yang fisik. Metafisika merupakan filsafat tertua. Karena tidak semua hal terjawab oleh metafisika, lahirlah filsafat mistis. Terdapat rahasia dibalik sesuatu yang tampak yang sulit ditangkap melalui pemikiran metafisika belaka. Harus ditempuh dengan perengungan dan penghayatan akan adanya sesuatu yang tetap gaib.
Berbeda dengan spekulasi, penalaran merupakan proses berfikir yang teratur dan terarah secara progresif menuju suatu akhir. Dasar penalaran adalah logika dan logika mengendalikan disiplin dalam proses penalaran. Melalui penalaran, filsafat berusaha menemukan adanya berbagai keteraturan, dalil, hukum dan asas yang teramati melalui penampilan berbagai fakta dan peristiwa. Golongan yang menekankan penalaran selalu menuntut argumentasi berdasarkan logika, oleh karena itu terdapat pertentangan dengan golongan spekulasi. Golongan pertama menganggap golongan kedua melompat jika menemukan sesuatu yang tidak mampu diterangkannya, sedangkan golongan kedua beranggapan bahwa rasional manusia terbatas, keliru jika menafsirkan segala hal hanya dengan rasional belaka.
Secara terminology, filsafat berasal dari bahasa Yunani phiolosophia (philein/philos: cinta/pencinta, Sophia: kebijaksanaan). Artinya adalah cinta akan kebijaksanaan. Filsafat berarti hasrat yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati. Secara umum, filsafat diartikan sebagai ilmu yang mencoba menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Filsafat, ilmu tentang hakikat. Sedangkan ilmu membatasi dirinya sejauh alam yang dapat dialami, diindera atau alam empiris. Filsafat tidak mencari akibat suatu masalah, melainkan mencari tentang apa yang sebenarnya pada masalah itu, dari mana terjadinya dan kemana tujuannya. Filsafat sifatnya merentang pikiran sejauh-jauhnya tentang suatu keadaan atau hal yang nyata. Filsafat adalah usaha intelektual dari seseorang yang tidak hanya mau membebek saja, menelan mentah-mendah dari pihak lain. Filsafat merupakan latihan untuk belajar mengambil sikap, mengukur bobot segala macam pandangan dari berbagai penjuru yang ditawarkan kepada kita. Sebagai contoh; jika seseorang mencoba mengekang kebebasan kita atas nama Tuhan yang Mahaesa, filsafat menarik perhatian kita pada fakta bahwa yang mau mengekang itu hanyalah manusia saja yang mengantasnamakan Tuhan, dan bahwa Tuhan tidak pernah identik dengan suara manusia begitu saja.
Terdapat hubungan antara filsafat, ilmu dan agama. Filsafat dan ilmu dapat membantu agama menyampaikan lebih lanjut ajaran agama kepada manusia, mengartikan teks-teks sucinya, dan menyediakan metode-metode pemikiran untuk teologi, membantu memecahkan masalah-masalah agama yang baru. Sebaliknya agama membantu memberi jawaban terhadap problem yang tidak dapat dijangkau dan dijawab oleh ilmu dan filsafat, namun tidak berarti agama tidak rasional. Agama mendorong manusia untuk lebih mengerti kebenaran, lebih mencintai kebaikan, lebih berusaha agar cinta Allah kepadanya dapat menjadi dasar cintanya kepada sesama.
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Obyek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuan selalu berubah. Filsafat ilmu mengarahkan pandangannya pada strategi pengembangan ilmu yang menyangkut etik dan heuristic, kegunaan dan manfaat ilmu, juga arti makananya bagi kehidupan manusia. Perenungan mendasar mau tak mau menyampaikan kita pada wilayah filsafat. Sehingga filsafat ilmu berusaha memahami apakah hakekat ilmu pengetahuan itu sendiri.
Ontology adalah suatu keyakinan yang harus dipilih oleh sang ilmuwan untuk menjawab pertanyaan tentang apakah �ada� itu yang merupakan awal seseorang memilih epsistemologi yaitu cara, paradigma yang diambil dalam menuju sasasran yang hendak dijangkaunya sertai aksiologi, yaitu nilai-nilai, ukuran-ukuran yang mana yang akan dipergunakan dalam seseorang mengembangkan ilmu.
Dengan filsafat ilmu, kita didorong untuk memahami kekuatan serta keterbatasan metodenya, posisinya, logika validasinya, struktur pemikiran ilmiahnya sehingga dapat terhindar dari kecongkakan intelektualnya.