Sehari yang lalu, 28 November bangsa Indonesia memperingati hari menanam pohon Indonesia. Hidup manusia memang tak bisa lepas dari eksistensi pohon di muka bumi ini. Bahkan kehidupan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi terikat dengan keberadaan tumbuhan. Dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sejak tingkat sekolah dasar, kita telah mengenal bahwa salah satu peran penting pohon, adalah hasil fotosintesis yang sangat kita perlukan, yaitu oksigen (O2). Sudah dapat dipastikan tanpa adanya oksigen, kehidupan di bumi ini akan musnah.

Berbicara tentang pohon, berarti kita memperhatikan permasalahan hutan. Dari tahun ke tahun hutan di dunia ini semakin menipis keberadaannya. Tergusur oleh kepentingan manusia yang terus memusnahkan hutan demi lapangan golf, proyek industri, perumahan dan lain sebagainya. Proyek-proyek pembangunan yang tidak ramah lingkungan sejatinya akan berimbas pada kelangsungan hidup umat manusia itu sendiri.

Hutan terbesar kedelapan

Hutan adalah penyuplai utama oksigen dan paru-paru dunia. Selain itu, hutan juga sumber keanekaragaman hayati dan sumber daya alam. Indonesia patut berbangga karena termasuk sepuluh besar negara dengan hutan terbesar di dunia. Dengan Luas area hutan 847,522 km2, atau 45% dari luas total wilayah negara, menempatkan Indonesia ke urutan kedelapan mengalahkan India dan Peru, dan menjadi rumah hutan hujan terluas di Asia. Indonesia menjadi rumah dari hampir 30 ribu spesies tumbuhan. Ketujuah negara lainnya berturut-turut dengan luas hutan terbesar adalah: Rusia, Brazil, Kanada, Amerika Serikat, China, Australia, dan Republik Demokratik Kongo.

Hutan Indonesia yang juga menjadi paru-paru dunia akhir-akhir ini mengalami deforestasi yang menyedihkan. Tercatat pada tahun 2010, hutan di Indonesai tinggal 44,4%. Diperkirakan pada tahun 2020 akan semakin menurun hingga 32%. Kondisi ini harus segera dicari solusinya sehingga keseimbangan alam tetap terjaga. Salah satu usaha penting dalam mencari solusi tersebut adalah dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya hutan dalam hal ini pohon sehingga praktek penebangan liar dapat ditekan atau dihilangkan.

Kebijakan konservasi

Di Indonesia, kebijakan konservasi diatur ketentuannya dalam UU 5/90 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. UU ini memiliki beberapa turunan Peraturan Pemerintah (PP), diantaranya:

  1. PP 68/1998 terkait pengelolaan Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA)
  2. PP 7/1999 terkait pengawetan/perlindungan tumbuhan dan satwa
  3. PP 8/1999 terkait pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar/TSL
  4. PP 36/2010 terkait pengusahaan pariwisata alam di suaka margasatwa (SM), taman nasional (TN), taman hutan raya (Tahura) dan taman wisata alam (TWA).

Program-program penting pemerintah dalam bidang kehutanan utamanya konservasi hutan telah digalakkan. Program tersebut antara lain: penanaman sejuta pohon, pembangunan hijau, budidaya sawit lestari, dan lain sebagainya. Pada tahun 2013, pemerintah Indonesia membuat kesepekatan dengan Amerika Serikat mengenai pengalihan hutang sejumlah 20 juta dolar untuk upaya memperbaiki ekosistem di kawasan Leuser.

Selama delapan tahun ke depan, utang Indonesia untuk Amerika akan berkurang sekitar 30 juta dolar AS. Sebagai gantinya, Indonesia mendanai 20 juta dolar AS dalam bentuk hibah kepada beberapa lembaga untuk melindungi dan memulihkan hutan tropis Indonesia. Sebagai negara adidaya ekologis, kata Bryan, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis di dunia. Jika alam atau ekosistem hutan terganggu di Indonesia akan mengganggu seluruh ekosistem yang ada di dunia ini.

Tanpa melihat ada tidaknya tujuan di balik pengalihan hutang tersebut, kita bisa ketahui bahwa negara asing saja perduli terhadap hutan di Indonesia. Mengapa kita sendiri sebagai pemilik hutan tidak bisa lebih perduli terhadap milik kita sendiri?

Pendidikan Sejak Dini

Untuk menyelesaikan permasalahan hutan di Indonesia, perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan hutan secara terstruktur dan sistematis. Perbaikan ekosistem yang terlanjur rusak memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak, terutama pemerintah dan masyarakat sekitar kawasan. Namun yang paling utama menurut hemat penulis adalah penanaman pendidikan sejak dini mengenai kesadaran menjaga lingkungan hidup.

Dalam hal ini, tanggung jawab terletak di pundak pemerintah, guru, dan orang tua. Semuanya bermula dari orang tua terlebih dahulu. Bagaimana orang tua sebaiknya menanamkan pengertian yang benar kepada anaknya mengenai pemanfaatan alam secara berkesinambungan, menjaga kebersihan, dan menyayangi sesama makhluk hidup. Hal-hal tersebut harus ditanamkan sejak dini.

Tanggung jawab guru terletak pada sejauh mana mereka mampu memasukkan materi-materi terkini dan penting mengenai alam, hutan, ekosistem, konservasi dan lain sebagainya sehingga anak sebagai siswa di sekolah belajar lebih dalam mengenai alam. Sejalan dengan peran manusia yang akan dijalaninya yaitu khalifah fil ardh.

Sedangkan pemerintah sangat berperan penting dalam hal membuat regulasi-regulasi, program, kegiatan dan dukungan pendanaan dalam upaya menjaga hutan dan ekosistem yang ada di dalamnya. Pelestarian hutan sudah menjadi isu penting dunia yang mau tak mau diamini bersama. Upaya pemerintah dalam mendukung pelestarian hutan menjadi penting karena pemerintah lah yang bertanggung jawab menjaga bumi, air, dan kekayaan alam yang terdapat di negara ini, melalui regulasi yang jelas dan realistis. Tidak hanya sekedar slogan, jargon dan membuat kaos bertema pelestarian lingkungan hidup saja. Akan tetapi lebih pada program dan kegiatan nyata yang langsung berdampak positif terhadap lingkungan.

Pohon Untuk Masa Depan
Jika memang kondisi sekarang ini sangat memprihatinkan, sudah seharusnya kita yang masih menghirup udara segar berkat masih adanya pepohonan melakukan tindakan nyata menjaga alam ini. Memang saat ini jumlah pohon di dunia masih lebih banyak dari jumlah manusia. Akan tetapi jika terus menerus ditebangi tanpa peremajaan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan punah. Jika sudah demikian, bagaimana nasib anak cucu kita nanti? Akankah kita hanya berdiam diri melihat kerusakan alam yang terjadi? Ataukah kita mengambil bagian dalam menyiapkan Pohon Untuk Masa Depan? Semua terserah kita semua.


http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi

http://top10.web.id